Minggu, 27 Desember 2009

Mengenal Tanaman OKRA



Tanaman Okra (Abelmochus esculentus) atau yang lebih dikenal kacang arab, sebenarnya diduga berasal dari Asia Tenggara, bahkan sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Tanaman ini tersebar ke berbagai daerah tropik dan subtropik seperti India, Afrika Barat dan Brasil, yang pada akhirnya lebih populer di negara-negara Eropa dan Australia. Kurang dikenalnya tanaman sayur ini dikarenakan kita belum mengetahui apa manfaat dan kegunaan tanaman sayur Okra. Selama ini tanaman sayur Okra banyak diambil buah mudanya yang berbentuk silindris meruncing untuk sayur. Bahkan di beberapa negara seperti India, Srilangka, Jepang, Philiphina, Saudi Arabia dan Eropa, masakan buah Okra ini sangat populer.



Sepintas buahnya mirip jari-jari lentik penari Thailand sehingga tak berlebihan bila orang Amerika menjulukinya sebagai “Lady’s Finger” karena buahnya yang berbentuk silindris berujung runcing seperti jari wanita bangsawan. Tanaman Okra sebenarnya sudah lama dibudidayakan di Indonesia, bahkan sejak ratusan tahun yang lalu. Namun, sampai sekarang masih banyak orang yang belum mengenal sayuran ini apalagi mencoba memakannya. Tidak ada salahnya kita mengenal tanaman sayur Okra ini karena selain bergizi juga berguna untuk menambah variasi masakan sayuran yang ada.


ITEM

KANDUNGAN
Kadar Air 70-80%
Protein 3.90%
Lemak 2.05%
Kalium 6.68%
Phospor 0.77%
Karbohidrat 1.4%
Kalori 39.97kal/100g

Buah Okra mengandung banyak lendir, sehingga buah okra tidak cocok /sesuai untuk sayuran yang diberi air seperti sayur asem/sayur sop. Penggunaan Okra di Indonesia lebih cocok untuk oseng-oseng, tumis, atau campuran “sambal goreng cabe”. Biji dari buah tua Okra dapat dimanfaatkan sebagai bahan industri minyak dan protein, karena Okra memiliki kandungan minyak dan protein yang berkualitas bagus. Selain itu, buah Okra mempunyai kandungan gizi yang cukup tinggi dimana pada setiap 100 gr buah muda Okra mengandung 1 gr lendir, 7 gr karbohidrat dan 70 –90 mg Ca (PROSEA,1989). Adapun kandungan gizi yang terdapat pada buah Okra dapat dilihat pada Tabel 1.

Kandungan Gizi yang Terdapat pada Buah Okra

MENGANDUNG BANYAK LENDIR
Okra termasuk tanaman genus Hibiscus dari famili Malvaceae (kapas-kapasan). Batangnya berwarna hijau kemerahan, tinggi batang tanaman subur mencapai 1,5 sampai dua meter. Daun Okra berbentuk lima jari dan tulang daunnya berbentuk sirip, tangkai daun sepanjang 10-25 cm. Bunga okra berbentuk terompet berwarna kekuningan dan bawahnya berwarna merah tua. Okra termasuk tumbuhan berumah satu (hermaprodhit) dimana pada setiap bunganya terdapat putik dan benang sari. Buah berbentuk silindris panjang, berongga, dan berujung runcing berwarna hijau muda, hijau tua atau hijau kekuningan tergantung varietasnya. Panjang buah Okra mencapai 15-20 cm. Buahnya banyak mengandung lendir, karena setiap 100 gr buah muda terdapat 1 gr lendir (PROSEA ,1989).


MUDAH DITANAM
Tanaman sayur okra banyak ditanam di daerah tropis dan subtropis seperti India, Jepang, Philipina dan Indonesia. Meskipun Okra tidak memerlukan syarat khusus untuk tumbuhnya, namun untuk memperoleh hasil yang optimal, perlu diperhatikan pula faktor tanah, iklim, dan pemeliharaannya. Okra akan tumbuh baik pada tanah dengan ketinggian 1 – 800 m dpl dan temperatur udara diatas 20oC. Temperatur udara paling baik untuk pertumbuhan tanaman Okra adalah 30oC- 35oC. Tanaman okra bisa ditanam pada musim apa saja karena selain tahan kekeringan juga tahan pada kondisi musim hujan. Namun, tanaman okra sangat tidak tahan terhadap genangan air, sehingga pembuatan drainase yang baik sangat diperlukan agar pertumbuhan Okra bisa optimal. Adapun curah hujan yang ideal untuk pertumbuhan Okra adalah 1700 mm – 3000 mm/tahun. Tanah yang gembur dengan kelembaban yang cukup sangat cocok untuk tanaman ini. Pada tanah yang berpasir perlu diberikan bahan organik sedangkan pada tanah yang padat pengolahan tanah sebelum tanam perlu dilakukan. Tanaman okra dapat tumbuh dengan baik pada tanah dengan pH berkisar 5 – 7, sedangkan pada tanah dengan pH rendah perlu dilakukan pengapuran (misalnya dengan memberikan dolomit).

Tanaman Okra (Abelmochus esculentus) atau yang lebih dikenal kacang arab, sebenarnya diduga berasal dari Asia Tenggara, bahkan sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Tanaman ini tersebar ke berbagai daerah tropik dan subtropik seperti India, Afrika Barat dan Brasil, yang pada akhirnya lebih populer di negara-negara Eropa dan Australia. Kurang dikenalnya tanaman sayur ini dikarenakan kita belum mengetahui apa manfaat dan kegunaan tanaman sayur Okra. Selama ini tanaman sayur Okra banyak diambil buah mudanya yang berbentuk silindris meruncing untuk sayur. Bahkan di beberapa negara seperti India, Srilangka, Jepang, Philiphina, Saudi Arabia dan Eropa, masakan buah Okra ini sangat populer.

Okra adalah sayuran utama di dapur Mediterania dan India. Sering juga disebut dengan nama ladyfingers karena bentuknya panjang dan meruncing di bagian ujungnya. Serupa dengan jari lentik seorang perempuan. Bagian tengahnya dengan berlubang-lubang dan berlendir. Menunjukkan bahwa sayuran berwarna hijau ini kaya serat.
Okra selain mendapat tempat penting di dapur Mediterania, ternyata juga termasuk sayuran yang diunggulkan oleh para ahli gizi dan ahli kesehatan.
Kandungan glutation (semacam komponen antioksidan) pada okra sangat bermanfaat untuk menjaga sel-sel agar tetap prima dan menangkal radikal bebas penyebab penyakit kanker.

Buah Okra mengandung banyak lendir, sehingga buah okra tidak cocok /sesuai untuk sayuran yang diberi air seperti sayur asem/sayur sop. Penggunaan Okra di Indonesia lebih cocok untuk oseng-oseng, tumis, atau campuran “sambal goreng cabe”. Biji dari buah tua Okra dapat dimanfaatkan sebagai bahan industri minyak dan protein, karena Okra memiliki kandungan minyak dan protein yang berkualitas bagus. Selain itu, buah Okra mempunyai kandungan gizi yang cukup tinggi dimana pada setiap 100 gr buah muda Okra mengandung 1 gr lendir, 7 gr karbohidrat dan 70 –90 mg Ca.

Ada beberapa cara untuk mengurangi lendir dari sayur Okra antara lain :

1. Buah Okra dimasak utuh tidak usah dipotong-potong, agar lendirnya tidak keluar
2. Buah Okra mudah dikukus dulu dalam dandang yang airnya sudah mendidih selama kurang lebih 5 menit, kemudian baru dimasak, sesuai selera yang diinginkan.
3. Buah Okra muda dicelupkan ke dalam air mendidih selama 5 menit setelah itu ditiriskan, kemudian dimasak sebagai sayuran.

CARA TANAM

Pada lahan sawah bekas padi Tanaman Okra merupakan tanaman sayur yang sangat mudah ditanam dan sesuai dengan berbagai lahan. Bertanam Okra tanpa melakukan pengolahan pun masih dapat memberikan hasil. Tanaman Okra juga dapat ditumpangsarikan dengan tanaman lain misalnya kedelai, kacang tanah atau kacang hijau. Okra akan tumbuh baik pada curah hujan 1.000 – 3.000 mm setiap tahun. Tanaman Okra dapat ditanam dengan cara sederhana maupun intensif. Adapun penanaman secara sederhana dapat dilakukan pada lahan sawah bekas padi tanpa pengolahan tanah. Benih tanaman Okra ditanam dengan cara ditugal menggunakan jarak tanam 100 x 20 cm atau 40 x 40 cm. Untuk tanah yang kurang subur dapat menggunakan jarak tanam 50 cm x 25 cm atau 40 cm X 25 cm. Pada saat dilakukan penanaman, diusahakan tanah cukup lembab, tidak tergenang air dan bersih dari gulma. Pemupukan dilakukan pada saat tanaman berumur 2 – 3 minggu menggunakan UREA, SP-36 dan KCl dengan dosis 100 kg/ha Urea, 75 Kg/ha SP-36 dan 75 Kg/ha KCl. Pupuk dimasukkan ke dalam tanah dengan cara ditugal kemudian tanaman dibumbun agar pertumbuhannya optimal. Penanaman secara intensif dilakukan dengan melakukan pengolahan tanah. Setelah dilakukan pengolahan tanah, kemudian dibuat guludan-guludan selebar 1-2 meter dengan lebar parit antar guludan selebar 30 cm dan kedalaman 30 cm. Tiap guludan berisi 2-4 baris tanaman, jarak tanaman pada guludan 50 cm x 20 cm, atau juga 40 x 30 cm. Benih okra dimasukkan kedalam lubang sebanyak 3-4 biji dengan cara ditugal. Apabila tanaman sudah berumur 2 minggu dilakukan penjarangan menjadi 2 tanaman per lubang. Pemupukan dilakukan saat penanaman sebagai pupuk dasar yaitu menggunakan 100 kg UREA, 100 kg SP-36 dan 50 kg KCl per hektar. Tanaman dibumbun setelah berumur 2 minggu. Penyiangan dilakukan dua kali pada umur dua minggu dan enam minggu. Pengairan dilakukan apabila tanaman tampak kekeringan, sedangkan pengendalian hama penyakit dilakukan apabila gejala serangannya sudah dianggap melebihi ambang batas ekonomi.Tanaman semusim yang dapat ditumpangsarikan dengan Okra adalah : jagung, kedelai, kacang hijau, padi gogo dan cabe rawit. Pada pola tumpang sari, tanaman Okra berfungsi sebagai tanaman penyeling dengan jarak tanam 150 x 50 cm, atau 100 x 50 cm. Pemanenan buah Okra muda sudah dapat dilakukan mulai umur 40 hari setelah tanam dan yang dilakukan 3 hari sekali hingga tanaman Okra berumur 90 hari.

Hasil percobaan tumpangsari kedelai dengan Okra dapat menghasilkan 2 ton buah Okra muda dan 1,7 ton kedelai kering/ha. Apabila dikehendaki panen buah Okra lebih banyak, jarak tanaman Okra dapat dirapatkan menjadi 100 x 25 cm, tanpa mengurangi hasil kedelai secara nyata.


PANEN
Buah Okra dapat dipanen pada umur kira-kira 1,5 bulan setelah tanam. Buah yang baik untuk sayuran adalah buah muda yang berumur satu minggu setelah terjadi pembuahan, dengan ukuran : panjang buah 5 – 6 cm. Buah yang terlalu tua seratnya keras sehingga tidak enak lagi untuk dimasak sebagai sayur. Panen harus dilakukan dua sampai tiga hari sekali. Cara panen buah menggunakan pisau atau gunting tanaman, agar tidak merusak batangnya. Masa produksi tanaman Okra berbeda menurut pertumbuhan tanamannya. Pada lahan yang kurang subur, tanaman Okra hanya akan meberikan hasil buah muda selama satu sampai satu setengah bulan saja, sedangkan di lahan subur dengan masa pemanenan lebih lama dan tanaman bisa mencapai tinggi dua meter atau lebih.

Buah Okra muda yang biasa dimanfaatkan untuk sayur

HAMA dan PENYAKIT :
Seperti halnya tanaman budidaya lain, tanaman Okra pun tidak luput dari serangan hama dan penyakit. Penyakit yang sering menyerang tanaman ini adalah busuk kering buah yang disebabkan oleh cendawan Cercospora sp, kemudian Phytophthora sp dan penyakit kerdil kuning yang disebabkan Yellow Vein Mosaic Virus (YVMV). Pencegahan penyakit tersebut dapat dilakukan dengan cara melakukan pergiliran tanaman. Penyakit yang disebabkan Phytophthora sp dapat diberantas dengan fungsida berbahan aktif Profinel atau Mankozeb dengan dosis 2-4 gr/liter air. Sedangkan hama yang menyerang tanaman Okra diantaranya: ulat Heliontes sp yang merusak daun, bunga dan juga buah muda. Pengendalian ulat ini dapat dilakukan dengan penyemprotan dengan Dursban 20 EC dengan dosis 2-3 cc/lt air. Hama lain yang menyerang Okra adalah penggerek buah yang kadang-kadang menimbulkan kerusakan buah tua yang akan dipanen sebagai benih. Namun hama ini jarang menyerang buah Okra yang masih muda.

Keuntungan Bertanam Okra

* Okra dapat ditanam dengan mudah dan pemeliharaannya sangat sederhana.
* Masa berproduksinya cukup lama sehingga dapat menjadi sumber penghasilan yang lumayan
* Buah muda sebagai sayur mengandung gizi yang tinggi bahkan lebih baik dibanding tomat atau terong
* Buah Okra muda dapat tahan lama disimpan (10-20 hari) di ruangan sejuk sehingga memudahkan untuk pengiriman
* Tanaman Okra dapat ditanam secara tumpangsari dengan tanaman lainnya.

(Rodiah dan Abu , Staff Peneliti BPTP Karangploso-Malang).

CARA PENGOLAHAN BUAH OKRA

Buah muda Okra mengandung banyak lendir yang menyebabkan orang agak sulit untuk menyuaki sayur Okra. Ada beberapa cara untuk mengurangi lendir dari sayur Okra antara lain :

1. Buah Okra dimasak utuh tidak usah dipotong-potong, agar lendirnya tidak keluar
2. Buah Okra mudah dikukus dulu dalam dandang yang airnya sudah mendidih selama kurang lebih 5 menit, kemudian baru dimasak, sesuai selera yang diinginkan.
3. Buah Okra muda dicelupkan ke dalam air mendidih selama 5 menit setelah itu ditiriskan, kemudian dimasak sebagai sayuran.

Buah okra dapat dimasak menjadi beberapa macam masakan. Di India biasanya dimasaka sebagai kare. Ada beberapa masakan yang dapat dibuat dari buah muda Okra adalah gado-gado, oseng-oseng tahu pedas, campuran soun goreng atau bakmi goreng dan cap jay jamur atau dapat juga dijadikan kuluban yang dimakan dengan sambel terasi atau saos tomat.

Bagi sahabat yg ingin konfirmasi silahkan hubungi pak Rudi Yansyah di FB / Hp. 08134275117.
Lokasi: Kotamadya Pare-Pare, Sulawesi Selatan.

Syukron atas Perhatian dan Kerjasamanya ya,, ^_^

Sumber :
http://www.tanindo.com/abdi7/hal1401.htm
klik aja di Mr.Google.com : sayuran okra ^_^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar